DPR Sahkan Revisi UU Pelindungan Data Pribadi, Denda Kebocoran Naik hingga Rp50 Miliar

Tren Kopi Fermentasi Mendorong Harga Biji Gayo dan Toraja Naik 20 Persen

Kedai kopi spesialti berlomba menawarkan proses fermentasi anaerobik, membuat petani di dataran tinggi mendapat harga premium untuk mutu terbaik.

Agung Wira · 1 menit baca
0
Tren Kopi Fermentasi Mendorong Harga Biji Gayo dan Toraja Naik 20 Persen
Tren Kopi Fermentasi Mendorong Harga Biji Gayo dan Toraja Naik 20 Persen (Foto: Wikimedia Commons/Weirasi (CC BY-SA 4.0))

JAKARTA, Revo — Permintaan biji kopi dengan proses fermentasi anaerobik dari Gayo dan Toraja melonjak dalam setahun terakhir, mendorong harga di tingkat petani naik hingga 20 persen untuk biji kualitas spesialti.

Baca juga: Survei: 6 dari 10 Pekerja Kota Besar Pilih Olahraga Pagi Sebelum Jam Kerja

Pemilik kedai kopi di kawasan Kemang mengatakan pelanggan muda kini mencari rasa buah yang kuat dan unik, bukan sekadar pahit. “Satu batch fermentasi 120 jam bisa habis dalam dua pekan meski harganya dua kali lipat,” ujarnya.

Di hulu, kelompok tani di Bener Meriah mulai membangun tangki fermentasi sederhana dari bahan baja tahan karat dengan bantuan koperasi. Pelatihan pengendalian suhu dan kadar air menjadi kunci agar hasilnya konsisten.

Pengamat industri mengingatkan agar tren ini tidak mengorbankan mutu dasar. Fermentasi yang tidak terkontrol justru menghasilkan cacat rasa yang membuat harga jatuh di pasar ekspor.

PenulisAgung Wira

Komentar (0)

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Memuat komentar…

✓ Tautan tidak aktif   ✓ Komentar dimoderasi   ✓ Bahasa yang santun

    Berita Terkait

    Berita TerkiniLihat semua