Tren Kopi Fermentasi Mendorong Harga Biji Gayo dan Toraja Naik 20 Persen
Kedai kopi spesialti berlomba menawarkan proses fermentasi anaerobik, membuat petani di dataran tinggi mendapat harga premium untuk mutu terbaik.

JAKARTA, Revo — Permintaan biji kopi dengan proses fermentasi anaerobik dari Gayo dan Toraja melonjak dalam setahun terakhir, mendorong harga di tingkat petani naik hingga 20 persen untuk biji kualitas spesialti.
Baca juga: Survei: 6 dari 10 Pekerja Kota Besar Pilih Olahraga Pagi Sebelum Jam KerjaPemilik kedai kopi di kawasan Kemang mengatakan pelanggan muda kini mencari rasa buah yang kuat dan unik, bukan sekadar pahit. “Satu batch fermentasi 120 jam bisa habis dalam dua pekan meski harganya dua kali lipat,” ujarnya.
Di hulu, kelompok tani di Bener Meriah mulai membangun tangki fermentasi sederhana dari bahan baja tahan karat dengan bantuan koperasi. Pelatihan pengendalian suhu dan kadar air menjadi kunci agar hasilnya konsisten.
Pengamat industri mengingatkan agar tren ini tidak mengorbankan mutu dasar. Fermentasi yang tidak terkontrol justru menghasilkan cacat rasa yang membuat harga jatuh di pasar ekspor.
Komentar (0)
Berita Terkait
Berita TerkiniLihat semua







