Batik Tulis Pewarna Alami Tembus Pasar Jepang, Pengrajin Pekalongan Kewalahan Pesanan
Permintaan kain dengan pewarna indigo dan kulit mahoni naik tiga kali lipat setelah dipakai sebuah merek busana Tokyo dalam koleksi musim gugur.

PEKALONGAN, Revo — Pengrajin batik tulis dengan pewarna alami di Pekalongan menerima lonjakan pesanan dari Jepang setelah sebuah merek busana Tokyo memakai kain mereka dalam koleksi musim gugur. Permintaan naik tiga kali lipat dalam empat bulan.
Baca juga: Tren Kopi Fermentasi Mendorong Harga Biji Gayo dan Toraja Naik 20 PersenPewarna yang dipakai berasal dari daun indigo, kulit mahoni, dan kayu secang. Prosesnya memakan waktu dua sampai tiga pekan per lembar karena pencelupan harus diulang hingga 20 kali untuk mendapat warna pekat.
“Pembeli Jepang menghargai prosesnya, bukan hanya motifnya. Mereka minta dokumentasi setiap tahap,” kata ketua kelompok pengrajin yang beranggotakan 34 orang.
Dinas perindustrian setempat membantu pengurusan sertifikasi bebas bahan kimia berbahaya dan pelatihan pembukuan ekspor. Kendala utama saat ini adalah pasokan daun indigo yang masih mengandalkan kebun kecil di lereng Pegunungan Dieng.
Komentar (0)
Berita Terkait
Berita TerkiniLihat semua







