Terusan Panama Batasi Lalu Lintas Kapal, Tarif Angkut Asia–Amerika Naik 15 Persen
Kekeringan berkepanjangan menurunkan muka air danau penyangga sehingga kapal besar harus mengurangi muatan atau memutar lewat Tanjung Harapan.

PANAMA CITY, Revo — Otoritas Terusan Panama membatasi jumlah kapal yang melintas menjadi 24 per hari, turun dari rata-rata 36, akibat muka air Danau Gatun yang terus menyusut. Pembatasan diperkirakan berlangsung hingga musim hujan tiba.
Baca juga: Literatur Klasik, Menemukan Sumber yang Tidak Diragukan lagiDampaknya langsung terasa pada tarif angkut peti kemas rute Asia–Pantai Timur Amerika yang naik 15 persen dalam dua pekan. Sebagian pelayaran memilih memutar melalui Tanjung Harapan dengan tambahan waktu tempuh 10–12 hari.
Eksportir Indonesia untuk produk furnitur dan alas kaki ke Amerika Serikat mulai merasakan kenaikan biaya. “Kami menegosiasikan ulang kontrak pengiriman kuartal depan,” kata ketua asosiasi eksportir mebel.
Analis logistik memperkirakan tarif baru kembali normal paling cepat dalam empat bulan, dengan catatan curah hujan di Panama pulih. Otoritas terusan sedang mempercepat proyek waduk tambahan yang baru selesai pada 2028.
Komentar (0)
Berita Terkait
Berita TerkiniLihat semua








