Pusat Data Hijau Pertama di Batam Beroperasi, Pakai Listrik Surya dan Pendingin Air Laut
Fasilitas berkapasitas 40 megawatt ini mengklaim efisiensi energi 30 persen lebih baik dari pusat data konvensional di kawasan tropis.

BATAM, Revo — Pusat data berkapasitas 40 megawatt yang sepenuhnya memakai listrik tenaga surya dan sistem pendingin air laut resmi beroperasi di kawasan Nongsa, Batam. Fasilitas ini disebut sebagai pusat data hijau pertama di Indonesia dengan sertifikasi tingkat tertinggi.
Baca juga: Aturan TKDN 40 Persen Mulai Berlaku, Produsen Ponsel Percepat Perakitan Komponen LokalPengelola menjelaskan air laut dingin dari kedalaman 30 meter dialirkan melalui penukar panas sehingga kebutuhan listrik untuk pendinginan turun drastis. Nilai efektivitas penggunaan daya diklaim 1,2, jauh lebih baik dari rata-rata pusat data tropis yang berada di atas 1,6.
“Tiga penyewa pertama adalah penyedia layanan cloud dan sebuah bank digital. Kapasitas tahap pertama sudah terisi 60 persen,” ujar direktur operasional saat peresmian.
Pemerintah berharap fasilitas serupa dibangun di Jawa Barat dan Jawa Timur untuk memenuhi kewajiban penyimpanan data di dalam negeri. Asosiasi pusat data memperkirakan kebutuhan kapasitas nasional tumbuh 25 persen per tahun hingga 2030.
Komentar (0)
Berita Terkait
Berita TerkiniLihat semua







