DPR Sahkan Revisi UU Pelindungan Data Pribadi, Denda Kebocoran Naik hingga Rp50 Miliar

Investasi Hilirisasi Nikel Tembus Rp180 Triliun, Pemerintah Siapkan Insentif untuk Pabrik Baterai

Realisasi investasi sektor pengolahan mineral melampaui target tahunan, didorong tiga pabrik baru di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Agung Wira · 1 menit baca
0
Investasi Hilirisasi Nikel Tembus Rp180 Triliun
Investasi Hilirisasi Nikel Tembus Rp180 Triliun (Foto: Wikimedia Commons/Björn Strey (CC BY-SA 2.0))

JAKARTA, Revo — Realisasi investasi sektor hilirisasi nikel mencapai Rp180 triliun hingga kuartal ketiga, melampaui target Rp165 triliun yang ditetapkan awal tahun. Sebagian besar berasal dari tiga pabrik pengolahan baru di Morowali, Weda Bay, dan Konawe.

Baca juga: Lorem Ipsum Memiliki Distribusi Huruf Acak Bagus untuk Desain

Kementerian Investasi menyebut langkah berikutnya adalah menarik pabrik sel baterai agar nilai tambah tidak berhenti di produk antara. Paket insentif berupa pembebasan bea masuk mesin dan pengurangan pajak penghasilan hingga 20 tahun sedang difinalisasi.

“Kita sudah menguasai hulu dan tengah rantai pasok. Yang tersisa adalah memastikan sel baterai dan kendaraan listriknya dirakit di dalam negeri,” kata pejabat kementerian dalam paparan kinerja.

Kalangan pengamat mengingatkan agar ekspansi diikuti pengawasan lingkungan yang ketat, mengingat kawasan industri nikel membutuhkan pasokan listrik besar yang sebagian masih bergantung pada pembangkit batu bara.

PenulisAgung Wira

Komentar (0)

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Memuat komentar…

✓ Tautan tidak aktif   ✓ Komentar dimoderasi   ✓ Bahasa yang santun

    Berita Terkait

    Berita TerkiniLihat semua