Investasi Hilirisasi Nikel Tembus Rp180 Triliun, Pemerintah Siapkan Insentif untuk Pabrik Baterai
Realisasi investasi sektor pengolahan mineral melampaui target tahunan, didorong tiga pabrik baru di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

JAKARTA, Revo — Realisasi investasi sektor hilirisasi nikel mencapai Rp180 triliun hingga kuartal ketiga, melampaui target Rp165 triliun yang ditetapkan awal tahun. Sebagian besar berasal dari tiga pabrik pengolahan baru di Morowali, Weda Bay, dan Konawe.
Baca juga: Lorem Ipsum Memiliki Distribusi Huruf Acak Bagus untuk DesainKementerian Investasi menyebut langkah berikutnya adalah menarik pabrik sel baterai agar nilai tambah tidak berhenti di produk antara. Paket insentif berupa pembebasan bea masuk mesin dan pengurangan pajak penghasilan hingga 20 tahun sedang difinalisasi.
“Kita sudah menguasai hulu dan tengah rantai pasok. Yang tersisa adalah memastikan sel baterai dan kendaraan listriknya dirakit di dalam negeri,” kata pejabat kementerian dalam paparan kinerja.
Kalangan pengamat mengingatkan agar ekspansi diikuti pengawasan lingkungan yang ketat, mengingat kawasan industri nikel membutuhkan pasokan listrik besar yang sebagian masih bergantung pada pembangkit batu bara.
Komentar (0)
Berita Terkait
Berita TerkiniLihat semua








