Pertunjukan Wayang Kolaborasi Orkestra Tur ke Lima Kota Eropa, Dimulai dari Amsterdam
Dalang muda dari Solo memadukan gamelan dengan orkestra kamar dan proyeksi digital dalam lakon Sumantri Ngenger yang dipadatkan jadi 90 menit.

AMSTERDAM, Revo — Pertunjukan wayang kulit yang memadukan gamelan Jawa dengan orkestra kamar memulai tur lima kota Eropa dari gedung konser utama Amsterdam. Lakon Sumantri Ngenger dipadatkan menjadi 90 menit dengan proyeksi digital sebagai latar.
Baca juga: Film Indonesia Raih Penghargaan Sutradara Terbaik di Festival Film BusanDalang muda asal Solo yang memimpin pertunjukan menjelaskan bahwa narasi tetap memakai bahasa Jawa dengan terjemahan di layar, tetapi tempo dibuat lebih cepat agar penonton Eropa tidak kehilangan alur. Delapan musisi gamelan dan 16 pemain orkestra tampil bersama.
“Wayang selalu beradaptasi dengan zamannya. Dulu memakai lampu minyak, sekarang memakai proyektor. Yang tidak berubah adalah ceritanya,” ujarnya.
Tur dilanjutkan ke Berlin, Praha, Wina, dan Paris dengan tiket yang sebagian besar sudah terjual. Kementerian Kebudayaan mendukung tur ini sebagai bagian dari diplomasi budaya menjelang pengajuan gamelan ke daftar warisan dunia kategori baru.
Komentar (0)
Berita Terkait
Berita TerkiniLihat semua







