DPR Sahkan Revisi UU Pelindungan Data Pribadi, Denda Kebocoran Naik hingga Rp50 Miliar

BMKG: Puncak Musim Hujan Bergeser ke Januari, Daerah Rawan Banjir Diminta Siaga Lebih Awal

Analisis terbaru menunjukkan intensitas hujan di Jawa dan Sumatera bagian selatan akan meningkat tajam mulai pekan ketiga Desember.

Agung Wira · 1 menit baca
0
BMKG: Puncak Musim Hujan Bergeser ke Januari
BMKG: Puncak Musim Hujan Bergeser ke Januari (Foto: Wikimedia Commons/VOA Indonesian Service (Public domain))

JAKARTA, Revo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan puncak musim hujan tahun ini bergeser ke Januari, lebih lambat dua pekan dari pola normal. Pergeseran dipicu suhu muka laut di perairan selatan Jawa yang masih lebih hangat dari rata-rata.

Baca juga: DPR Sahkan Revisi UU Pelindungan Data Pribadi, Denda Kebocoran Naik hingga Rp50 Miliar

Meski puncaknya mundur, BMKG mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi sudah bisa terjadi sejak pekan ketiga Desember, terutama di Jabodetabek, pantai utara Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan. Daerah dengan riwayat banjir diminta memeriksa pompa dan saluran air sejak sekarang.

“Yang berbahaya bukan hanya jumlah hujannya, tetapi hujan ekstrem dalam waktu singkat. Dua jam hujan 100 milimeter cukup untuk melumpuhkan kota,” ujar kepala pusat meteorologi publik dalam konferensi pers daring.

Pemerintah daerah diimbau memperbarui peta titik rawan dan memastikan jalur evakuasi tidak terhalang bangunan baru. BMKG juga membuka layanan peringatan dini berbasis lokasi yang dapat diakses lewat aplikasi resmi dan pesan singkat.

PenulisAgung Wira

Komentar (0)

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Memuat komentar…

✓ Tautan tidak aktif   ✓ Komentar dimoderasi   ✓ Bahasa yang santun

    Berita Terkait

    Berita TerkiniLihat semua